Uncategorized

Family Day or just Fun-a-Day?


Minggu, 5 April 2009

Jadi ceritanya aku lagi duduk sendirian di sebuah cafe di mal. baru kali ini, aku menikmati kesendirianku, asyik chatting and surfing di dunia maya.Hehehe.. Sebenarnya baru kali ini juga aku punya waktu for my own. biasanya aku pasti sibuk ini dan itu alias Busy-ness not Bisnis. balik lagi ke topik, aku duduk di cafe dan mulai mengamati sekelilingku. di hari minggu, cafe ini banyak dikunjungi oleh keluarga-keluarga yang sedang makan dengan anak-anak mereka. Ada yang mengatakan Sunday identik dengan Family Day. But, What is Family Day or Hari keluarga? 

Family day atau hari keluarga itu adalah satu hari dimana kita menghabiskan waktu khusus untuk keluarga kita. entah itu dengan orang tua, anak, maupun saudara. Tahun 2008 kemarin, presiden Amerika Serikat, George W. Bush, mencanangkan tanggal 22 September sebagai hari keluarga.Presiden Bush melihat semakin banyaknya perceraian dan anak-anak nakal yang terlibat kriminalitas berasal dari keluarga broken home. Oleh karena itu, pada hari keluarga, dianjurkan setiap keluarga di Amerika serikat membuat kegiatan bersama keluarga masing-masing. minimal makan malam bersama dengan anak. Disana orang tua diharapkan bisa mendengarkan keluhan anak dan suara hati anak sambil menikmati makan malam. Di Indonesia, sudah sejak tahun 1993,pemerintah mencanangkan tanggal 29 Juni sebagai hari keluarga nasional. Bedanya, di Indonesia, hari keluarga ini hanyalah merupakan titik puncak keberhasilan program KB waktu itu.

Oke. jadi semua sudah tahu apa itu family day. pasti semua tahu family day adalah suatu wadah untuk bisa kumpul dengan keluarga. dari 7 hari yang sibuk minimal ada satu hari untuk keluarga.
But, what i saw?? di cafe ini memang lumayan banyak pengunjung yang datang bersama keluarga mereka. tapi apa yang mereka lakukan? MEREKA SIBUK DENGAN GADGETNYA MASING-MASING!

Sang ayah sibuk dengan handphonenya, anak-anak sibuk dengan NDS (Game Boy)- nya masing-masing, dan parahnya, sang ibu membawa laptop ke meja makan dan sibuk dengan laptopnya itu!! Trus ada satu keluarga lagi di meja yang lain, ayah dan ibu sibuk dengan blackberry-nya masing-masing dan anaknya cuma bengong sambil disuapin oleh babysitternya. dan ada satu keluarga lagi yang cukup menggangguku. ada satu keluarga di meja sebelah yang anaknya mencari perhatian ayah ibunya dengan memukul-mukulkan sendoknya di meja kaca. suaranya duhhh.. berisik banget!!! tapi ayah sama ibunya diem aja. mereka asyik nelpon sendiri-sendiri!! Untung saja ada babysitter-nya yang berinisiatif untuk mengajaknya main di tempat lain. PHEWWWW… WHAT A FAMILY DAY!!

Pertanyaanku adalah.. inikah yang namanya hari keluarga? di keluargaku nggak pernah ada hari keluarga. makan bersama dengan keluarga aja bisa dihitung pake jari. memang keluargaku bukan keluarga yang cukup harmonis. papa dan mamaku sering berantem. dulu rasanya tiada hari tanpa berantem. Sekarang , meskipun orang lain masih menilai keluargaku tukang berantem, tapi sesungguhnya, itu adalah cara kami berkomunikasi. kami bebas saling mengkritik dan dikritik satu sama lain. buat ku, hari keluarga itu cuma alasan! alasan untuk menutupi kekurangan diri! alasan untuk menjaga image sebagai keluarga yang harmonis. Keluargaku memang bukan keluarga yang harmonis tapi kami tidak pernah berpura-pura menjadi keluarga yang harmonis. 

Jadi .. buat apa sih hari keluarga itu? Penting nggak sih hari keluarga itu? 
WHAT ABOUT YOU??

Standard
Culinary

Heaven for Egg’s Lovers


Sunny Side Up 

Yup!That’s the name of the restaurant for you, egg’s lovers.

All the menu has eggs as the ingredient. You even can make your own omellete..

Not cooking by yourself, but choose the topping of your omellete and the side dishes.

The price will be so vary of course.

But, i ate the most unique menu called “Egg Benedict with Smoke Salmon” and “Nepoletan Egg Hotplate”.

For drinks, you can order “White Egg Yolks Juice”. Eeewww.. sounds nasty! But believe me,  it tastes very good. You never found the taste of white egg yolks in it. They have mix it up with cappucino. They have several flavour for the juice such as cappucino, strawberry, chocolate, banana milk and avocado. I think Cappucino is the best flavour for me. And.. the best part is.. They seperate the sugar in this juice. So, it’s safe for diabetic people.

Taste : delicious!

Price : Rp.26.000,-

Okay..Let’s talk about the food..

First, Egg Benedict with smoke salmon. It’s like  a burger with no cover. It’s wheat bread in the bottom then vegetables such as tomatoes and watercress (Selada air), then smoke salmon and egg’s benedict in the top of it.

Taste : Not so bad.. Smoke salmon is delicious but the egg a little bit plain.

Price : Rp.40.500,-

Image

Egg Benedict with Smoke Salmon

Then, Second dish is “Nepoletan Egg Hotplate”. It’s full of fried eggs all over the hotplate with tomatoes, red beans, potatoes and carrots, and a little bit green vegetables (I don’t know what it is) covered with tomato sauce and two egg yolks as the garnish.

Taste : Spicy! Very hot! It has chopped red chili hidden in the tomato sauces. It can burn your mouth. Careful guys!

Price : Rp.31.500

Image

Nepoletan Egg Hotplate. Appeareance not too good but it tastes good.

So, FoodLovers.. If you want to try “Sunny Side Up”, you can go to KOTA KASABLANKA MALL Level UG at Food Society.

Give it a try, friends! and tell me what you think about it :)

Standard
Uncategorized

#KabaretOriental Menguak Fenomena Keluarga Cina Peranakan di Indonesia


Sejak EKI Dance Company ini berdiri (1996), mereka selalu konsisten menampilkan pertunjukan yang menguak fenomena-fenomena yang dialami oleh masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga konsisten memberikan pesan dan perenungan bagi penonton dalam setiap pertunjukannya. Setelah sukses dengan fenomena cinta sepasang remaja yang beda kelas di “Jakarta Love Riot” tahun 2011 kemarin, kali ini mereka mengangkat tema tentang konflik internal sebuah keluarga Cina Peranakan di Indonesia dalam pertunjukan “Kabaret Oriental – Anak Emas Juragan Batik”.

Pada tanggal 20 -24 Maret 2012 nanti, EKI Dance Company bersama dengan Djarum Apresiasi Budaya dan BCA mempersembahkan pertunjukan “Kabaret Oriental – Anak Emas Juragan Batik” di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan berdurasi 90 menit ini dibintangi oleh Sarah Sechan, Cynthia Lamusu, Bayu Oktara, Uli Herdinansyah, Ary Kirana, Darwyn Tse, Kelompok Sahita Solo, Yayu Unru dan penari EKI Dance Company.

Cerita tentang keluarga alm. Hwang Cin Hin, pengusaha batik di Indonesia yang mempunyai empat orang istri. Diceritakan istri pertama – ketiga sudah meninggal dan hanya istri keempat yang masih hidup. Dengan begitu istri keempat menanggung beban “Godmother” yang bertanggung jawab mengasuh semua anak dari semua istri almarhum suaminya. Anak laki-laki dari istri pertama dan anak laki-laki dari rahimnya sendiri terlibat pertengkaran dalam menjalankan roda perusahaan batik almarhum suaminya. Dia sendiri sebagai seorang “Godmother” harus tetap bisa mempertahankan roda perusahaan sekaligus keutuhan keluarga besar Hwang Cin Hin. Lalu, bagaimana akhirnya? Saya juga nggak tahu. Hehehe.. Mending nonton bareng-bareng aja yuuukk :)

Saya sendiri juga berasal dari keluarga Cina Peranakan di Indonesia. Kakek saya lahir di daratan Cina tepatnya di provinsi Fujian – Cina Selatan. Kakek saya sejak berusia 5 tahun sudah diboyong ke Indonesia oleh Papanya. Kakek buyut saya kemudian menyambung hidup dengan menjadi distributor kulit mentah di Surabaya. Usaha itu kemudian diwariskan ke kakek saya dan sekarang masih tetap dipertahankan oleh Papa saya. Nenek lahir di Indonesia tapi Papa dan Mamanya asli orang Shanghai. Nenek saya menikah dengan kakek lantaran karena dijodohkan oleh kedua keluarga. Padahal kakek saya waktu sudah menikah dan punya anak. Jadi, nenek saya adalah istri kedua dari kakek saya. Meskipun sudah menjadi istri kedua bukan berarti istri yang terakhir. Kakek dan nenek saya bercerai lantaran ada wanita lain yang akhirnya menjadi istri ketiga kakek saya. Nenek saya pun akhirnya menikah lagi dan punya anak dari suami keduanya. Ribet yahh… hehehe :)

Bagi orang Cina Peranakan di Indonesia, orang yang paling mereka percaya adalah keluarga sendiri, apalagi dalam hal bisnis. Sehingga tidak heran juga apabila banyak bisnis keluarga yang diwariskan turun-temurun di dalam keluarga Cina Peranakan. Namun, dibalik itu banyak konflik internal yang dialami di dalam keluarga tapi mereka sangat pintar menyembunyikan agar tidak diketahui orang banyak.

Papa saya dulu sempat kerja bareng dengan adiknya. Namun, karena konflik internal akhirnya Papa saya terdepak keluar dan harus memulai bisnis sendiri, kembali dari nol. Setelah beberapa kali mencoba usaha baru dan gagal, akhirnya ia mulai menekuni kembali usaha kakek saya yaitu menjadi seorang distrMamator kulit mentah. Meskipun pekerjaan yang menjijikan dan bau, tapi berkat usaha itulah saya dan keempat saudara saya bisa hidup dan sekolah.

Banyak sekali konflik internal yang terjadi dalam keluarga Cina Peranakan namun mungkin tidak banyak yang tahu. Pada pertunjukan “Kabaret Oriental –Anak Emas Juragan Batik” ini menguak salah satu contoh konflik internal yang terjadi pada keluarga Cina Peranakan di Indonesia. Mungkin bukan merupakan kisah nyata tapi bisa disimpulkan bahwa fenomenanya memang seperti itu. Bukan untuk semakin menonjolkan suku etnis Tionghoa di Indonesia namun justru untuk menyamakan persepsi masyarakat Indonesia bahwa mereka (Cina Peranakan) juga orang Indonesia. Justru karena banyak perbedaan itulah Indonesia menjadi semakin kaya.

Image

Standard
Lomba Blog

My Best B’day Gift is …


21 September 2006

Dear diary..

Hi dee.. seperti biasa nih dee. Aku lagi butuh temen curhat nih. Pengen curhat habis-habisan deh hari ini, dee. And like always, kamu selalu jadi tempat curhat yang terbaik. You’re just listening, not too much asking. That’s what i need Dee, you know what, today is my birthday. Makasih ya atas ucapannya. That’s a kind of you. Hihihi..

Dee, awalnya aku nggak inget sama sekali lho sama ultahku. Gimana mau inget kalau segudang masalah datangnya beruntun seperti ini. Kakakku lagi sakit, dee. Dia depresi berat dan sudah mengarah ke schizophrenia. Dia kadang-kadang suka berhalusinasi sendiri. Aku baru aja pulang dari Singapore, mengantar kakakku berobat disana. Dokter cuma kasih dia obat penenang dan obat tidur doang. What the f***! Dia itu bukan sakit fisik, dee. Dia hati dan mentalnya yang lagi sakit. She doesn’t need medicine, she needs motivation! Itulah dee yang aku pengen teriakkan dari dalam hatiku tapi tetap terbungkam di ujung lidahku. Bayangkan dee, kakakku itu udah nggak sadar lagi sama apa yang ia lakukan. Ketika dalam perjalanan dari hotel ke rumah sakit di Singapore, tiba-tiba dia berhenti. Dia menunjuk ke salah satu gedung tertinggi disana dan  bilang dia harus kesana. Secepat kilat, tiba-tiba dia sudah berlari melangkahkan kakinya disana. Kukejar dan kubertanya, “Kenapa kamu mau kesana. Ada apa disana?”. Dia bilang, “Aku dipanggil kakek. Dia menyuruhku mengejarnya. Dia ada diatas sana”. Rasa takut seketika menyelimuti seluruh badanku. Aku sudah nggak punya kakek, dee. Kakekku sudah meninggal..

Untunglah, aku berhasil mengejarnya dan membawanya pulang ke Indonesia. Aku sedih sekali dee. Aku takut kakakku bunuh diri. Dia sudah tidak punya motivasi hidup lagi. Yang dia pikirkan hanyalah mati.

Sesampainya di Indonesia, aku bertugas menjaga dan menemaninya setiap hari. Saking sibuknya mengurus kakakku, aku  lupa dengan ulang tahunku sendiri. Sampai pada subuh hari tadi, aku dibangunkan oleh adikku. Aku kaget, takut terjadi apa-apa dengan kakakku. langsung aku bangun dan keluar kamar. Ternyata..

“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday dear gelda..”

Semua teman-teman dekatku berkumpul di rumahku, menyanyikan lagu Happy birthday sambil membawa kue tart kecil. Gilaaa, dee. Aku nggak percaya, aku sungguh nggak percaya. Ini pertama kalinya aku mendapatkan surprise kayak gini. Baru aku mau menangis terharu, salah satu temanku menepukkan kue tar itu ke seluruh mukaku. Siaaallaaannn.. hahahaha… Tapi aku nggak marah dee. Aku malah ikutan tertawa. Padahal mukaku penuh dengan kue tart. Hahahaaa.. Aku pura-pura marah dee. Aku kejar mereka satu persatu dan menempelkan pipiku yang penuh kue tart ini ke muka mereka satu-persatu. Mereka langsung lari berhamburan. Aku senang sekali, dee. Aku tidak sedih kue tartnya tidak jadi dimakan. Yang penting aku punya teman untuk berbagi tawa dan kesedihan. That’s my best birthday gift in my life.. Thank you my friend :)

postingan ini adalah diikutsertakan dalam lomba posting di dBlogger dengan backlink ke http://dblogger.blogdetik.com

Standard
Uncategorized

Wayang Kampung Sebelah gokil abis!


“Hah! Kamu datang cuma buat nonton wayang doang? Jarang lho ada anak muda sekarang yang suka nonton wayang.”

Begitulah respon spontan seorang teman ketika tahu motivasiku datang ke acara pembukaan Festival Teater Jakarta, 29 November 2011, di Teater Jakarta, TIM kemarin. Jujur ngomong, sebenarnya, tidak semua wayang aku suka. Tapi, aku sangat tertarik dengan wayang yang satu ini. Wayang “Kampung Sebelah” namanya. Wayang ini unik. Beda dengan wayang-wayang yang pernah aku lihat sebelumnya.

Emang pernah nonton wayang “Kampung sebelah” sebelumnya?

Hehehe.. Belum sih :p

Tapi aku pernah baca beritanya di internet dan tentunya kan ada paman google. Jadi ya bisa di searching dong infonya.

1. Yang bikin aku tertarik adalah gambar wayangya. Kalau biasa wayang itu identik dengan tokoh-tokoh pewayangan jawa seperti Arjuna, Bima, Batara Guru ataupun yang lain, tapi di wayang “Kampung Sebelah” ini beda. Mereka tidak memakai tokoh pewayangan Jawa sebagai lakonnya. Mereka malah memakai karakter manusia biasa seperti Lurah Somad, Si Kampret, Sudrun, Silvi dan Cak Dul sebagai lakonnya. Gambarnya pun memakai gambar manusia biasa sesuai dengan karakter masing-masing.

2. Kalau biasa kita dengar sinden di wayang kulit, nyanyinya lagu jawa kan. Nah, kalau yang ini lagunya dangdut bokk.. Gokil habis! Lagu pembukanya aja seperti ini liriknya..

Di atas langit masih ada langit

kerja keras cari duit supaya tidak pailit

Bawa duit pake dikempit

Duit diirit-irit makin sedikit

*Maaf ya kalau ada kesalahan*

3. Satu lagi yang unik, No Gamelan! Jadi, jangan harap ketemu sama pemusik gamelan di wayang ini. Adanya malah pemain drum, gitar, saxofon, flute, dan beberapa macam jenis kendang sebagai alat musik tradisionalnya. Gokil kan? Nggak heran, kalau banyak anak muda yang suka nonton wayang ini.

4. Ceritanya? Masih ada unsur sindiran dan kritikan terhadap pemerintah. Tapi dibuat dengan lebih halus dan lucu. Sungguh kreatif sekali leluconnya. Penonton pun dibikin nggak bisa berhenti ngakak.  Seperti dialog si Kampret sama lusi berikut seperti ini (intinya) :

Kampret : “Sudahlah lus.. Mending cari cowok itu nggak usah kaya-kaya. Orang kaya itu biasanya goblok.”

Lusi  : “Lha kok bisa?”

Kampret : “Pak presiden kita itu kaya atau nggak?”

Lusi          : “Ya kaya to pret!”

Kampret : “Kaya tapi goblok”

Lusi          : “Lha kalau goblok mana bisa jadi presiden to pret?”

Kampret : ” Lha masak buka pintu mobil aja nggak bisa, sampe minta dibukain sama ajudannya. Lha, goblok to itu. Wong aku aja,  pintu mobil dikunci  bisa aku buka sendiri. Pinteran aku to!”

Wakakaka… Sumpah! Adegan ini gue ngakak habiss, nggak berhenti-berhenti! Huahahahaha…

Pada akhirnya, nonton wayang “Kampung Sebelah” itu kayak nonton pertunjukan boneka yang lucu tapi juga bermutu. Tidak hanya terhibur dengan leluconnya yang dahsyat, tapi juga diajak merenungkan lebih dalam tentang fenomena masyarakat yang terjadi sekarang ini.

Pertunjukan yang saya tonton kemarin berjudul “Pelacur dalam Perspektif Sosiologi”, yang menceritakan tentang usaha pemerintah menutup lokalisasi yang ada di desa Bangun Jiwo, untuk dibangun sebuah mall. Tidak hanya para pelacur dan germo yang terancam nganggur, tapi juga para pekerja kaki lima di desa itu. Cerita ini ditutup tanpa ada kesimpulan, hanya menggambarkan suasana perang antara pemerintah melawan rakyatnya sendiri dengan menggunakan tank berpeluru meriam.  Di tengah-tengah perang yang terjadi, munculah sosok seorang bijak yang berkata,

Banyak kelakar-kelakar yang terjadi di negeri ini

Meskipun begitu..

Langit diluar, langit didalam

Bersatu dalam lubang vagina

Setelah itu ditutup dengan nyanyian..

Marilah kita makan, kawan

Sebelum kita dimakan kawan

Marilah kita makan, kawan

Sebelum kita dimakan kawan..

Apa artinya itu? Masing-masing orang bebas menginterpretasikannya sendiri-sendiri. That is art that is wayang..

Standard
Uncategorized

Feel Homey at #3tahunKojak @KopdarJakarta


Minggu, 27 November 2011

Today is one of my great day..

You know why?

I’ll Tell you why..

Jadi begini ceritanya.. *Uhuk-uhuk* (Kok malah kayak oma-oma ya?)

Akhirnya gue bisa dateng ke acara @KopdarJakarta di Coffee Cabins, Kuningan Timur. Udah setahun lho gue follow accountnya. Gue tahu banyak acara yang diadain sama @KopdarJakarta tapi gak satupun yg bisa gue ikutin. Selalu aja bentrok sama acara gue di kantor ataupun kegiatan lainnya yang lebih penting *Begaya sok sibuk*. Hehehe..

Setelah sekian lama menunggu.. Tadaaaaa..

Nyampe juga kaki gue di Coffee Cabins.

“Selamat sore, mbak! Ikutan acara Kopdar Jakarta ya mbak?Silahkan naik keatas!”, sapa waiternya ramah.

Drap…drap..drap..

Dengan semangat 45, gue naik ke lantai dua.

Dan…

Masih sepi saudara-saudara :(

Gue jadi khawatir nih. Jangan-jangan nggak jadi nih acaranya? Yahh sedih deh… *Begaya ala Sandra Dewi di film Quickie Express*. Padahal gue datengnya udah sengaja ditelat-telatin lho dan pake acara nyasar pula sama tukang ojek. Ternyata teteup, kalau nggak ngaret bukan orang indonesia ya bok :)

Detik demi detik berlalu..

Menit demi menit berlalu..

Jaaam demi jaamm juga berlalu..

Akhirnyaaa.. setelah jam 7 banyak juga ya yg datang akhirnya. Yaaayyyy..

Awalnya gue takut bakal ngerasa asing di lingkungan / komunitas yang sama sekali baru. Jujur, gue  bukan orang yang bisa langsung akrab sama orang yang pertama kali aku kenal. Gue juga kwatir kalau tidak dianggap dan “terlihat” oleh orang-orang disana. Hehehe.. Apalagi ngelihat suasana keakraban disana, sepertinya mereka sudah saling mengenal lama. Bahkan gue malah ngerasa,  kok kayak datang di acara reuni keluarga ya.. hihihi..

Untungnya, aku dapat kesempatan untuk memperkenalkan diriku. Setelah memperkenalkan diri dan sempat ditanyai beberapa pertanyaan oleh mbak chichi (@ChicMe) sebagai MC malam itu, entah kenapa gue langsung merasa plong. Gue langsung merasa sebagai salah satu bagian dari keluarga ini. *GR Mode On*. Apalagi ketika gue ikutan games. Meskipun nggak menang tapi gue nggak sedih tuh. Hehehe.. Paling nggak, gue merasa nyaman dan diterima disana.

I feel comfortable..

I feel homey..

I’ve found a new family..

@KopdarJakarta

Happy b’day ya.. Wish u all the best :)

 

 

Standard
Uncategorized

Puisi @deelestari


Ini salah satu puisi Dewi “Dee” Lestari yang paling aku suka..

Indah sekali..

Judulnya..

Barangkali Cinta

By. Dewi Lestari (2007) – *Dikutip dari Novel MADRE

Barangkali cinta

Jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu

dan engkau beriak karenanya

Darahku dan darahmu

terkunci dalam nadi yang berbeda

Namun berpadu dalam badai yang sama

Barangkali cinta

Jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku

dan aku terbakar karenanya

Napasmu dan napasku

bangkit dari rongga dada yang berbeda

Namun lebur dalam bara yang satu

Barangkali cinta

Jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu

dan engkau memahamiku seketika

Kulitmu dan kulitku

membalut dua tubuh yang berbeda

namun berbagi bahasa yang serupa

Barangkali cinta

Jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa

dan aku dapati rumah yang kucari

Matamu dan mataku

tersimpan dalam kelopak yang terpisah

Namun bertemu di jalan setapak yang searah

Barangkali cinta

Karena darahku, napasku, kulitku dan tatap mataku

Kehilangan semua makna dan gunanya

Jika tak ada engkau di seberang sana

Barangkali cinta

Karena darahmu, napasmu, kulitmu dan tatap matamu

kehilangan semua makna dan gunanya

Jika tak ada aku di seberang sini

Pastilah cinta

yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan dan kebijaksanaan

Untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu

dan menjembatani semuanya

demi memahami dirinya sendiri

Jika tak ada engkau di seberang sana

Barangkali cinta

Standard